PANRITAPOST.COM | PARIGI MOUTONG,14 Oktober 2026 — Pemerintah Desa Ampibabo Utara, Kecamatan Ampibabo, Kabupaten Parigi Moutong, secara resmi menerima kedatangan enam orang mahasiswa Pengalaman Belajar Lapangan (PBL) dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako (Untad) Palu. Acara penerimaan berlangsung di Aula Kantor Desa Ampibabo Utara, pada Rabu, 14 Oktober 2026, pukul 16.00 WITA.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Desa Ampibabo Utara, Fikri, S.Ip., C.P.L.A., didampingi Sekretaris Desa, Kaur Umum, Kasi Pemerintahan, Kasi Perencanaan, serta seluruh peserta mahasiswa PBL.

Enam Mahasiswa Diterima di Desa Ampibabo Utara

Keenam mahasiswa yang akan melaksanakan pengabdian di Desa Ampibabo Utara, Kabupaten Parigi Moutong, adalah:

1. Moh. Agus Madauna, NIM: P10123159 — Program Studi Kesehatan Masyarakat

2. Alifa, NIM: P10123173 — Program Studi Kesehatan Masyarakat

3. Dewi Syafira Syafa, NIM: P10123116 — Program Studi Kesehatan Masyarakat

4. Wirda Hasan, NIM: P10123026 — Program Studi Kesehatan Masyarakat

5. Nonnie Verlisya Tomina, NIM: P10123005 — Program Studi Kesehatan Masyarakat

6. Nur Sabrina, NIM: P10123102 — Program Studi Kesehatan Masyarakat

Kepala Desa Sambut Hangat Kedatangan Mahasiswa

Dalam sambutannya, Kepala Desa Ampibabo Utara, Fikri, S.Ip., C.P.L.A., menyambut hangat kehadiran para mahasiswa dan memaparkan profil wilayah desa. Desa Ampibabo Utara terbagi atas empat wilayah dusun dengan jumlah penduduk 1.585 jiwa yang tercatat dalam 464 Kepala Keluarga, berdasarkan data tahun 2022–2023.

Secara geografis, desa ini terletak tepat di pusat ibu kota kecamatan dan merupakan kawasan padat aktivitas yang menampung berbagai fasilitas pendidikan, perkantoran, serta pusat perekonomian masyarakat di Kabupaten Parigi Moutong. Kepala Desa juga menegaskan bahwa tingginya kepadatan penduduk membawa tantangan tersendiri, khususnya terkait kebersihan dan kesehatan lingkungan yang menjadi fokus perhatian bersama.

“Kehadiran adik-adik mahasiswa di tengah masyarakat kami sangat kami sambut dengan terbuka. Mulai hari ini, kalian adalah bagian dari keluarga besar Desa Ampibabo Utara. Pemdes akan senantiasa mendukung dan memfasilitasi setiap kebutuhan selama adik-adik berada di lapangan. Segala kendala dan masukan, mari kita bicarakan bersama untuk mencari solusi terbaik,” ujar Kepala Desa Fikri.

Empat Fokus Program Kerja Mahasiswa di Desa

Kepala Desa memaparkan beberapa prioritas masalah kesehatan yang menjadi fokus utama dan diharapkan dapat menjadi titik awal intervensi mahasiswa selama bertugas di desa:

 

Optimalisasi Pelayanan Posyandu

Mahasiswa diharapkan turut memperkuat pelayanan Posyandu Bayi dan Balita, Posyandu Ibu Hamil, Posyandu Lansia, serta Posyandu Remaja di Desa Ampibabo Utara. Termasuk pendampingan pemberian makanan tambahan bagi anak yang masuk kategori gizi buruk dan stunting.

Penanganan Kasus Gizi Buruk dan Stunting

Sepanjang tahun 2026, tercatat sebanyak delapan kasus gizi buruk di Desa Ampibabo Utara, Kabupaten Parigi Moutong. Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah desa, mulai dari pemberian makanan tambahan, bantuan perbaikan rumah dan sarana sanitasi, hingga bantuan ternak dari Dinas Peternakan. Kehadiran mahasiswa diharapkan dapat memperkuat pemantauan dan pendampingan langsung ke rumah tangga yang berisiko.

 

Sosialisasi Pencegahan Pernikahan di Bawah Umur

Salah satu akar masalah stunting adalah pernikahan usia dini. Mahasiswa diharapkan berkolaborasi dengan KUA Kecamatan Ampibabo dan Puskesmas untuk menyosialisasikan bahaya pernikahan di bawah umur serta risiko kesehatan yang ditimbulkan bagi ibu dan bayi.

Peningkatan Kesehatan Lingkungan dan Sanitasi

Mahasiswa juga diharapkan dapat membantu masyarakat meningkatkan kesadaran akan pentingnya sanitasi lingkungan yang bersih dan sehat, mengingat Desa Ampibabo Utara berada di kawasan padat penduduk dan pusat aktivitas kecamatan di Kabupaten Parigi Moutong.

Penutup

Kepala Desa berharap kehadiran mahasiswa tidak hanya sebagai pelaksanaan tugas akademik, tetapi benar-benar membawa manfaat nyata bagi warga Desa Ampibabo Utara, Kabupaten Parigi Moutong. Komunikasi yang terjalin antara mahasiswa, pemerintah desa, puskesmas, dan seluruh elemen masyarakat diharapkan berjalan dengan baik selama kegiatan berlangsung.

Penulis: Umar

Sumber: Pemded Ampira