PANRITAPOST.COM | AMPIBABO, 14 September 2025 — Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Desa Ampibabo, Kecamatan Ampibabo, Kabupaten Parigi Moutong, digelar dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) Tahun Anggaran 2027. Kegiatan berlangsung di Kantor Desa Ampibabo, Senin (14/9/2025).
Acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan pembacaan doa yang dipimpin oleh Ustadz Badrin.
Turut hadir dalam kegiatan ini Camat Ampibabo Ramlin, S.Sos, beserta jajaran pejabat Eselon III dan IV, unsur Pemerintah Desa Ampibabo, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Pendamping Desa, tokoh masyarakat, serta perwakilan kelompok tani dan elemen masyarakat lainnya. Kegiatan ini merupakan kunjungan kerja keenam Camat Ampibabo ke wilayah kecamatan Ampibabo.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Ampibabo, Ahyan Hi. Landu, menyampaikan apresiasi atas kehadiran seluruh elemen.
“Kami sampaikan juga, akhir bulan ini proposal kegiatan sudah selesai disusun dan akan langsung diserahkan kepada Gubernur Sulawesi Tengah, H. Anwar Hafid, di Palu,” ujar Kades Ahyan Hi. Landu.
Pendamping Desa Kecamatan Ampibabo, Ria Anjelika, S.Hut., menjelaskan bahwa seluruh proses musrenbang mengacu pada Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Permendes PDTT) Nomor 114 Tahun 2014 tentang Pedoman Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa.
Dalam forum musyawarah, muncul usulan prioritas untuk tahun 2027 guna kepentingan umum. Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Kecamatan Ampibabo, Baharudin H. Landu, menekankan satu masalah yang sangat mendesak:
“Sekitar 1.000 hektar lahan pertanian di wilayah kita masih berstatus lahan tidur dan tidak dapat dimanfaatkan. Hal ini disebabkan bendungan di desa Tombi jebol, sehingga jaringan irigasi Toibangka tidak berfungsi dan ribuan hektar sawah menjadi terlantar,” tegas Baharudin.
Diketahui, Baharudin selain menjabat sebagai Ketua Gapoktan, juga merupakan tokoh masyarakat yang konsisten memperjuangkan pembangunan Kabupaten Parigi Moutong dan pernah menerima penghargaan dari Kementerian Republik Indonesia pada tahun 2024. Melalui usulan ini, Baharudin berharap perbaikan bendungan dan irigasi Toibangka menjadi prioritas pembangunan tahun 2027, agar perekonomian masyarakat di sektor pertanian dapat kembali bangkit.
Penulis: Djuanda Saehana
Sumber: Panritapost.com








