PANRITAPOST.COM | PARIGI MOUTONG, 5 OKTOBER 2026 — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Desa Tombi, Kecamatan Ampibabo, menjadi pengingat sekaligus seruan nyata: kecintaan kepada Rasulullah harus dibuktikan dengan perilaku, sekaligus kewaspadaan terhadap ancaman yang mengintai generasi muda. Wakil Bupati Parigi Moutong, H. Abdul Sahid, S.Pd., menyampaikan hal tersebut saat hadir di tengah ratusan warga yang berkumpul, Minggu (4/10/2026).
Lebih dari Sekadar Perayaan
Wabup Sahid mengingatkan, Maulid Nabi bukan sekadar kegiatan tahunan yang dihadiri lalu dilupakan. Momen ini adalah cermin untuk memeriksa kembali bagaimana kita hidup — apakah sudah meneladani akhlak Rasulullah atau hanya sekadar menyebut nama beliau.
“Kecintaan kepada Nabi tidak cukup hanya diucapkan. Harus tampak dalam cara kita berbicara, bersikap, dan membangun kehidupan bersama. Daerah yang maju adalah yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berakhlak,” ujarnya.
Pesannya mengarah pada pembentukan karakter generasi muda di tengah derasnya arus informasi dan teknologi yang membawa dampak ganda: kemajuan sekaligus tantangan.
Lindungi Keluarga dari Ancaman Tersembunyi
Di tengah kemajuan itu, Wabup mengangkat dua hal yang makin meresahkan: narkoba dan judi daring. Keduanya tidak hanya merugikan secara materi, tetapi mampu meruntuhkan tatanan keluarga, kesehatan, hingga masa depan anak-anak.
“Jangan beri ruang. Jangan terpengaruh. Jangan mencoba. Orang tua, warga, dan seluruh elemen masyarakat harus menjadi benteng agar anak-anak tidak terjerumus. Mari kita jaga Parigi Moutong tetap sehat, aman, dan bermartabat.”
Perkembangan teknologi mempermudah akses ke hal-hal berbahaya, sehingga pengawasan dan perhatian di lingkungan keluarga menjadi garis pertahanan pertama.
Bersatu dalam Perbedaan untuk Kemajuan
Wabup juga menyampaikan pesan persatuan atas nama Bupati: semangat berkumpulnya warga Desa Tombi harus menjadi teladan bagi seluruh wilayah. Perkuat ukhuwah Islamiyah, wathaniyah, dan insaniyah — persaudaraan sesama umat beragama, sesama warga negara, dan sesama manusia.
“Perbedaan latar belakang bukan pemisah, melainkan kekuatan yang menyatukan kita membangun daerah.”
Kehadiran Ketua Utama Alkhairaat, H.S. Alwi Saggaf Al-Jufri, jajaran Muspika, para kepala desa, tokoh agama, hingga warga dari berbagai penjuru, menegaskan kebersamaan tersebut. Kegiatan ditutup dengan doa untuk keselamatan dan kemakmuran seluruh masyarakat Parigi Moutong.
penulis: Nasir
Sumber: PanritaPost








